Langsung ke konten utama

Postingan

OPERA BIAWAK

sumber: cratecartel.campband.com Mereka datang berbondong-bondong, jumlahnya bukan lagi ribuan, jutaan tapi puluhan juta. Keluar dari liang-liang, muncul dari selokan yang mampet, hadir dari laut, terbit dari gurun dan menampakan diri dari hutan-hutan. Dengan mulut menganga dan tangan terkepal di udara mereka datang. Sebagian berlari, ada yang berjalan, merayap dan sebagian lagi menyeret tubuhnya di atas aspal panas. Seorang dari golongan mereka naik ke mimbar, wajahnya pucat, mata semerah saga dan mulut bau alkohol. “Aku datang! Aku datang!” bukanya, “Dengan tangan terbuka, menggenggam harapan… kini aku datang!” Suara riuh memenuhi udara dari segala penjuru. “Datanglah kepadaku, wahai kamu yang terusir dari tanah leluhurmu, kamu yang didera nestapa dan dibelenggu ketidak adilan. Datanglah! Datanglah!” Suara-suara riuh mulai reda. Mulut mereka yang sedari tadi berkata-kata mulai diam. Telinga dipasang tinggi-tinggi, menyimak, berharap akan ada air sejuk yan...

MENYOAL WRITER'S BLOCK

sumber: theoddysseyonline.com Beberapa kali saat saya berbincang-bincang dengan beberapa teman penulis seringkali saya bertanya tentang perkembangan tulisan mereka. Beberapa teman menjawabnya dengan antusias sebagian lagi mengeluh tentang betapa sulitnya belakangan ini menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Saat saya tanyakan sudah berapa lama kondisi tersebut berlangsung, mereka menjawab dengan jawaban yang bervariasi. Ada yang baru beberapa hari, ada juga yang sudah berminggu-minggu. Sebenarnya baik sadar atau tidak, teman yang sedang mengalami ‘puasa’menulis ini sedang mengalamai sebuah sindrom yang dinamakan writer’s block. Apa sih writer’s block itu? Secara garis besar dapat dijelaskan jika   Writer’s block adalah suatu keadaan di mana seseorang penulis tidak dapat menuangkan segala idenya ke dalam tulisan.  Ada beberpa sebab yang menjadikan seorang penulis ‘mandeg’ berkreasi. Berikut ini akan saya paparkan beberapa sebabnya. Pertama adalah ...

TRIP MEMANCING KE PULAU UNTUNG JAWA

Sebenarnya ini pengalaman saya yang sudah lumayan lama tapi saya rasa ada baiknya juga saya bagikan karena pengalaman memancing ini salah satu yang saya pikir paling unik. Kejadiannya sudah hampi dua tahun lalu, saya sudah menekuni hobi memancing sekitar tujuh tahun. Banyak juga pengalaman yang bisa saya bagikan di kesempatan yang lain. Seperti biasa, sebelum memulai trip memancing saya menyiapkan segala sesuatunya di darat. Perlengkapan memancing khusus laut, pakaian yang bisa melindungi dari sengatan matahari dan juga umpan. Saya berangkat dari rumah bersama tiga orang teman menuju daerah Dadap, Banten sekitar pukul dua dini hari. Perjalanan menggunakan sepeda motor memakan waktu kurang lebih satu jam. Sebelum tiba di Dadap biasanya saya mampir untuk membeli umpan berupa udang hidup. Harga udang waktu itu sekitar delapan puluh ribu rupiah per kilo. Saya membeli dua kilo, sekaligus membeli makanan untuk sarapan. Untuk makan siang diputuskan membeli langsung di Pulau U...