Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label NIATNYA BIKIN CERBUNG

MEREKAM KENANGAN-SI PONI

sumber : maaf, lupa Pagi itu aku terbangun dengan keadaan kepala sakit. Pasti karena semalam tidurku terlalu larut, pikirku. Kulihat jam yang ada di meja, sudah pukul 06.30. aku bangun dari tempat tidur dan segera berjalan menuju ke arah jendela, kusibakkan tirai, sinar matahari pagi yang cerah masuk menerobos kaca jendela, perlahan-lahan suasana kamarku mulai terasa hangat. Ini hari pertama dari cuti dua mingguku dan kurencanakan akan menulis sebanyak-banyaknya tentang masa laluku yang masih bisa kuingat. Setelah cuci muka dan menggosok gigi aku pergi ke dapur untuk menyeduh kopi. Sambil duduk-duduk dekat jendela kucoba mengingat-ingat peristiwa di hari pertama aku sekolah di SMP. Buram. Kucoba lagi. Masih buram. Aku menarik nafas panjang. Memori masa laluku seperti ter- reset . Aku tak bisa menggapai satu kenangan pun. Kugenggam gelas kopi yang masih panas. Treeetttt.... Treeettt…. Alarm dari hape -ku berbunyi nyaring. Tiba-tiba pikiranku tersedot. Momen ...

MEREKAM KENANGAN-PANCASILA

MEREKAM KENANGAN 4 ~ Tanamkanlah di batinmu tunas nusa, kalimat tulang punggung negerimu. Penataran terlebih baik seusiamu, agar masuk merasuk tulang sum-sum~ Rita Ruby Hartland/ Bulu Garuda foto oleh: finniafnilia.blogspot.co.id Surprise!! Aku masuk kelas 1-4 dan Pak Sinaga adalah wali kelasku. Beliau mengajar mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) sekarang sudah diganti menjadi PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Kami masuk bersamaan ke dalam kelas. “Sekarang kau cari posisi duduk yang enaklah!” kata Pak Sinaga kepadaku. Aku edarkan pandangan, menyasar kemungkinan posisi yang paling strategis untuk aku tempati. Ternyata Si Poni satu kelas denganku, dia duduk di deret ketiga dari arah pintu, baris ke dua dari depan. Kami bertatapan sekilas. “Ei, Bujang. Kenapa kau diam saja? Lekas ambil posisi kau!” Suara Pak sinaga mengangetkanku. Dengan cepat aku berjalan. Ada satu kursi kosong di bagian belakang paling pojok. Posisi yang paling aman, pikirk...

MEREKAM KENANGAN: BAPAK SINAGA

MEREKAM KENANGAN 3 Kuregangkan punggungku, lumayan pegal juga setelah menulis hampir setengah jam. Kulirik jam tanganku, sudah jam sebelas malam. Suara gerimis yang jatuh terdengar di atas genteng terdengar samar. Hujan ternyata, selama menulis tadi aku tidak mendengar suara hujan karena telingaku tertutup head phone . Pantas saja punggungku terasa dingin. Di cuaca seperti ini pasti enak sekali minum kopi, pikirku. Lalu aku bangun dan menuju ke dapur, mampir sebentar ke kamar mandi lalu masuk ke kamar tidur. Di dalam kamar aku duduk di tepi ranjang. Aku diam termenung, rasanya ada yang janggal, tapi aku tak tahu apa. Kunyalakan sebatang rokok. Asap mengepul. Kopi! Tadi aku mau menyeduh kopi. Kenapa bisa tiba-tiba lupa begini? Apakah karena demensia ini semakin parah? Kutepiskan pikiran itu, pasti hanya lupa biasa, batinku mencoba menenangkan diri. Segera beranjak dari kamar dan langsung ke dapur. Setelah selesai menyeduh kopi aku lewat ruang tamu. Laptop ku kok menyala ya?...